Selasa, 20 Juli 2010

Berteman Dengan Lawan Jenis

Senin, 19 Juli 2010

Pandai Bersyukur, Kunci Surga

Ketika seorang wanita ingin punya baju bagus, perhiasan indah, tampilan menarik, sungguh sebuah kewajaran. Secara fithrah, wanita memang senantiasa bertipe demikian. Wanita dengan tabiatnya sebagai pendamping pria, memang selalu suka berhias, berdandan dan mempercantik diri. Kesukaannya terhadap benda-benda duniawi juga cenderung lebih besar ketimbang kaum pria. Maka sungguh tidak bijak bila “fithrah” itu dihambat sedemikian rupa, atau bahkan dihentikan secara sepihak. Islam adalah agama fithrah, yang sudah pasti akan memiliki tatanan ajaran yang selaras dengan kebutuhan fihtrah. “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (Surga).” (Ali Imran : 14)

Minggu, 18 Juli 2010

Info Kajian: Tabligh Akbar, Masjid Akbar Kemayoran (Jakarta Pusat, 25 Juli 2010)




Hadirilah…!!!
Tabligh Akbar & Kajian Ilmiyah Islam (Gratis!!!Untuk Umum)
Tema:
” Dampak Maksiat Bagi Kehidupan Masyarakat “
Pembicara:
Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat
Insya Allah akan diselenggarakan pada hari:
Ahad, 25 Juli 2010 / 23 Sya’bani 1431. Jam 09.00 Wib – Selesai
Tempat:  Masjid Akbar Kemayoran dekat (PRJ), Jakarta.
Informasi:
  • Ikhwan:  (021) 7042. 5406 – 0856. 792. 7818 – 0858. 8188. 5694
  • Akhwat : (021) 9250. 8514
Penyelenggara: Pustaka Imam Adz -Dzahabi bekerjasama dengan DKM Masjid Akbar Kemayoran.
Publikasi: Moslemsunnah.Wordpress.com

Sabtu, 17 Juli 2010

Ikhlas dan Bahaya Riya'

“Dari Amirul mu’minin Umar bin Al-Khotthob rodiallahu’anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Sesungguhnya amalan-amalan itu berdasarkan niatnya dan sesungguhnya bagi setiap orang apa yang ia niatkan, maka barangsiapa yang berhijrah kepada Allah dan RasulNya maka hijrahnya adalah kepada Allah dan RasulNya, dan barangsiapa yang hijrahnya karena untuk menggapai dunia atau wanita yang hendak dinikahinya maka hijrahnya kepada apa yang hijrahi”. (HR. Al-Bukhari: 1).

Berkata Abdurrahman bin Mahdi, “Kalau seandainya aku menulis sebuah kitab yang terdiri atas bab-bab maka aku akan menjadikan hadits Umar bin Al-Khattab yaitu hadits Al A’maalu bin Niyyaat di setiap bab” (Jami’ul Ulum 1/8).